03 Sep 2010
lizafebrianyPosted under pujangga wannabe
Mamaku, adalah hadiah yang terbaik yang Allah kirimkan kepadaku.
Aku cinta mama, karena dia mamaku, dia cahayaku, dia hidupku dan dia bahagiaku.
Setelah Allah, hanya dialah yang paling aku cinta.
Aku bangga menjadi anaknya, dan akan selalu bangga menjadi anaknya.
Semangatnya, kemauannya, sabarnya, marahnya, kesalnya, nasihatnya selalu membuatku rindu.
Terimakasih atas segalanya maa…
Mamaku adalah kado terbaik dalam hidupku.
Semoga engkau selalu dilindungi Allas SWT. Amien
Ayu sayang Mama…
03 Sep 2010
lizafebrianyPosted under pujangga wannabe
Di titik itu, aku memilih untuk diam,
Mengapa? Tanyamu.
Waktu itu aku tidak bisa melihat sesuatu, yang seharusnya bisa kulihat.
Berkabut, dan berasap. Walaupun mataku berusaha untuk menangkapnya, tetap saja tak bisa.
Semakin ku berusaha, semakin pudar.
Kau terus saja bertanya:
“Mengapa?”
“Apa kau dapat melihatnya?” balasku.
“sepertinya” jawabmu.
Seperti anak kecil yang merengek meminta mainan kepada ibunya.
Selalu saja begitu.
Pagi itu pun bagai malam, sunyi sepi.
Seperti sebuah kota mati yang tenggelam.
Hanya tetesan air dari pelupuk mata yang meramaikan suasana.
Di balik garis-garis basah nan indah,
Wajahmu merona merah, disertai tawa kecil yang berderai dari bibirmu.
Setelah itu, aku mencoba menghilangkan gambaran itu dari ingatanku,
Tapi aku masih bisa merasakan indahnya.
Katamu, Cuma ada satu AKU.
Aku tau, kataku
Dan aku hanya ingin berbagi.
Dititik itu pun, aku kembali memilih untuk diam,
Mengapa? Tanyamu.
Entahlah. Beginilah aku.
-LAF-
03 Sep 2010
lizafebrianyPosted under pujangga wannabe
Di Halte itu, cahaya menguning seperti daun yang mengering.
Saat itu kita belum saling mengenal satu sama lain.
Dan angin pun terus berhamburan melewati telingaku, seakan-akan ingin memberitahu tentang sesuatu.
“Apakah ia akan datang secepatnya?”
detik ke detik, menit ke menit …
menunggu, dan terus menunggu seperti tak ada ujungnya.
bibirku pun tidak kerap berhenti, terus bertanya.
“Apakah ia baik-baik saja?”
Dari kejauhan, mataku menangkap seonggok bayangan biru,
mendekat, mendekat dan terus mendekat, lalu berkata :
“maaf, sudah lama?”
“Akhirnya..” jawabku
-LAF-
03 Sep 2010
lizafebrianyPosted under to de KO to de CAK
(percakapan di telepon)
Si A : B, hari ini keluar yuks kemana kek gitu…lagi males niy gw di hum.
Si B : gak ah A, hari ini gw berencana untuk dirumah aja.
Si A : yah loe…emang kenapa ga boleh pegi ma nyokap yaa??
Si B : gak siy, Cuma … hari ini gw kan berencana untuk dirumah aja n ga kemana2, jadi klo gw pergi ya aneh aja …
Si A :*langsung mengakhiri pembicaraan… tut..tut…
03 Sep 2010
lizafebrianyPosted under to de KO to de CAK
G : eh L, mau ngopi niy gw, ada aer panas ga?
L : kagak, panasin aja aernya, tapi pake aer mateng , noh pake aer galon gih.
G : (sibuk memenuhi panci dengan aer galon)
L : *kaget... emang mau buat kopi berapa gelas?
G : satu aja koq..
(si L cuma bisa ngelus dada … )